Pagi ini, belum juga keluar dari mulut gang, ada angkot yang menanti di seberang jalan, tapi saya paliiiing ogah naik angkot yang menunggu saya
Pertama, angkot ini membuat jalanan jadi macet
Kedua, angkot model begini juga akan ngetem dengan santainya di hampir setiap gang
Jadi...., dari jauh saya dan Raihan sudah melambaikan tangan pertanda kami tidak mau naik angkot itu
Tak lama angkot itu berlalu, saya dan Raihan menyebrang jalan dan angkot lain menghampiri, hampir kosong , hanya terisi 2 penumpang yang sudah naik sebelumnya
Dan....., sebelum angkot ini berjalan, tiba-tiba dari mulut gang keluar beberapa pelajar, Subhanallah angkot pun penuh seketika, rezeki-nya angkot yang ini, padahal angkot yang tadi menunggu cukup lama
Saya pun ikut senang, angkot penuh pak sopir senang, penumpang senang karena angkot akan melaju tanpa perlu mengetem lagi
Dan lagi-lagi di perempatan pos, lampu lalulintas menunjukkan warna hijau, blasss maju terus, memasuki area pasar dimulai dari Badak Putih اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ lancar tanpa kemacetan
Semuanya rezeki, bagi pak sopir, bagi saya juga, karena dari rumah saya sudah bilang pada Raihan, “kalau tidak keburu, kita ngojek saja ya Nak" dengan semua kelancaran ini saya tidak perlu mengojek kan ?