Rabu, 20 Juli 2011

namanya : KONSISTENSI

menjelang siang kemarin, telp di meja berdering
rupanya seorang teman meminta tolong, bahwa dia sedang diluar kantor, namun memesan delivery order untuk keluarganya, yang nanti akan diambil dari rumahnya, it's okey...

siang....
pintu ruangan terbuka
seorang anak (anak teman yang telp tadi)
masuk dan menyelonong ke meja kerja orangtuanya, mengambil pesanan tadi, tanpa sapaan...hanya menyelonong datang dan pergi tanpa diundang.

seorang teman berkomentar, "ada yang lewat ya...., anak tadi ngga diajar sopan santun kali ya, padahal sudah cukup besar, kira-kira kelas 2 SD, mestinya paling tidak, bisa mengucap salam saat memasuki ruangan"
mungkin....mungkin saja, ibunya atau ayahnya pernah mengajarkan sopan santun

tapi....mungkin juga, ibunya atau ayahnya lupa bahwa mengajarkan pada anak adalah sebuah konsistensi
tidak bisa hanya satu kali memberitahu lalu mengklaim sudah mengajarkan kok....

sebagai gambaran, saat akan menghadiri acara keluarga, sebelum berangkat, ada checklist yang kubicarakan bersama anak-anak
pertama, jangan lupa salim, sama eyang, nanti eyang yang hadir banyak, jadi salim dengan semua eyang yang hadir, salim juga sama bude, pa'de, om dan tante
kedua, kalau ditanya, jawab dengan sopan, dengan suara yang jelas
ketiga, jangan sampai mama ngejar-ngejar untuk makan siang
keempat, ngga pake acara berantem
bisa ngga dijalani ? kalau ngga bisa atau ngga sanggup, lebih baik kalian di rumah saja, ngga usah ikut.

begitulah....tidak cuma sekali, lagi..lagi dan lagi, tanpa bosan
sampai anak-anak ini mengerti apa yang harus mereka lakukan
sampai mereka mengerti tatanan nilai sopan santun
karena bunda yang ini tidak mau, anak-anaknya disebut anak-anak yang ngga diajar, waduh....sedihnya...



35 komentar:

  1. iya ,dulu aku juga sering di omelin jika menggunakan bahasa sunda kasar (ini dalam bahasa)

    BalasHapus
  2. artinya orang tua Zaki konsisten
    memberi tahu (ngomelin.. hehe) ngga cukup sekali

    BalasHapus
  3. heuheu saya dl jg suka digituin sama mama teh:D

    BalasHapus
  4. gantian ya....sekarang bagian Teh Ayu ke neng geulis...
    he he

    BalasHapus
  5. dan hasilnyaaaaa "ya , karena aku menggunakan bahasa sunda halus dulu waktu kecil, teman2 sebaya yang jika berbicara atau mengobrol dengan teman sebaya yg lain menggunakan bahasa sunda kasar ,jika berbicara sama aku berubah, menggunakan sunda halus secara otomatis, semuanya begitu dan jika berbicara sama yg lain kasar lagi ,sama aku halus lagi dan seterusnya begitu."

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah...
    temen-temen Zaki jadinya sopan kan...
    bagaimana kita menempatkan diri, begitulah mereka akhirnya memandang..

    thanks to your lovely parents
    ^__^

    BalasHapus
  7. bener2 perlu konsistensi ya bunda....wah dapet ilmu ngurus anak nih :)

    BalasHapus
  8. ngga boleh bosen Mas Catur....
    amanat yang indah.... hehe

    BalasHapus
  9. kenangan setiap anak kan berbeda

    entah bagaimana juga Raihan dan Pandu mengenang saya ya ?

    BalasHapus
  10. mbak.. itu yang kadang aku sesalkan dengan keadaan anak- anak sekarang mbak.. duhhhhhhhh.. sikapnya itu lho. Kadang kalau bicara - (maaf) seenak dengkulnya apalagi yang sudah menginjak remaja. Jika dinasehati - malah kadang merekanya lebih galak dan garang hiks!

    BalasHapus
  11. benar apa kata bunda maz zaki :)

    BalasHapus
  12. yang pasti berjuta kenangan yang akan dikenang

    BalasHapus
  13. saya juga prihatin melihat kondisi anak-anak sekarang ...
    adab sopan santun sudah hilang, penghormatan terhadap orang tua sudah sulit ditemukan ...
    *lebih miris lagi saat melihat orang tua yang 'tak ambil peduli' saat anaknya berbuat tidak sopan ...

    BalasHapus
  14. kalau ngajarinnya telat ya begini Mbak... hehe

    mudah2an lebibh banyak orang tua yang ingat untuk mengajari anak sejak kecil dan ngga boleh bosan ^__^

    BalasHapus
  15. mudah-mudahan ya Mas Catur.....


    BalasHapus
  16. kadang kalau saya perhatikan ya Mas Hendra
    sepertinya banyak juga orang tua yang sudah terlalu lelah
    padahal menambah sedikit lagi...., tugas yang mesti dijalankan
    Insya Allah, kita juga yang menuai hasilnya


    BalasHapus
  17. hmm...lagi-lagi bicara pendidikan yang efektif.. *semoga bisa menjadi pendidik yang benar*...terima kasih mbak :-)

    BalasHapus
  18. sama-sama Mbak Mei
    mudah-mudahan bermanfaat....

    BalasHapus
  19. kira-kira begitulah ...Neng April...
    ^___^

    BalasHapus
  20. cawah wrote today at 1:24 PM
    benar apa kata bunda maz zaki :)

    ***
    setuju mas ^_^

    BalasHapus
  21. ikutan senyum juga ah....bawaannya pengen senyum soalnya :D

    BalasHapus
  22. betuuul mba..setujuuuu...semuanya perlu dilatih sejak kecil dan dengan rutin..insyaalloh melekat dianak..

    BalasHapus
  23. kenapa Zaki....?
    senyum-senyum, ingat ibu ya ?

    BalasHapus
  24. membuat Mas Catur tambah guanteng...
    ngga percaya ?
    coba tanya ibunya Mas Catur....

    BalasHapus
  25. iya Mbak Nieke
    perlu konsistensi sejak kecil ya... ^__^

    BalasHapus
  26. haduh ngakak...

    ya iyalah mana mungkin ibu bilang catur buruk rupa g mungkin...semua ibu psti blg anaknya ganteng hihihii....bunda ini kl brcanda ya...xixixiix

    BalasHapus